Mata saya tajam terbuka,merasakan dengan nyata kosmik energi,merasakan kuatnya medan magnet yang terjadi,pelan-pelan ada cairan yang naik ke saraf-saraf otak rasa kesal,gusar,marah,Apakah kosmik energi yang menyebabkan rusak nya kehidupan kita?
setiap pekan purnama tiba orang-orang akan bergairah,mudah marah,mudah sedih,mudah jatuh cinta,mudah dramatis,mudah cemburu, seakan orang-orang kehilangan keseimbangan.
Ia tak perna tau bahwa seharusnya,jika berada dalam kondisi apapun di dunia ini sangat berlaku hukum'...ketetapan Alam dan Sang Penciptanya.
Tanpa beban fisik,kita akan merdeka dari keterbatasan' karena fisik adalah penjara seumur hidup...penjara yang lemah
Untuk mencari hakikatnya jati diri ,jangan terlalu mengandalkan keterbatasan fisik semata bebaskanlah jiwamu menembus ruang dan waktu beredar menjelajah dengan pikiranmu dan ketahuilah tempat-tempat yang ingin kau tuju sesuai dengan keinginanmu.jadikan'Tuhan menjadi pembimbingmu agar tidak tersesat dan di sesatkan oleh-Nya (jika Dia telah murka dengan kefasikanmu untuk menjelajahi seluruh Ilmunya dengan kesombongan semata)
Jumat, 22 Januari 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Uqudul Almas
BalasHapusKetahuilah,semenjak kecil manusia telah mampu merasakan keberadaanya,percaya kepada kemampuan dirinya,sangat menginginkan untuk dapat hidup selamanya,rakus terhadap segala kenikmatan,segera ingin mendapatkan semua yang di sukainya,berambisi untuk menjadi penguasa,senang denga semua amal dan perbuatanya,dan mempergunakan seluruh waktunya untuk bekerja.
Jika bebuat baik,ia merasa kagum kepada dirinya sendiri(ujub) dan menganggap apa yang di lakukan itu suatu hal yang sangat mulia.Menurutnya,amal saleh itu dapat dilakukan karena dirinya memang baik dan bersemangat tinggi.Jika mendapat sebuah nikmat,dia memandang bahwa sejak semula dirinya memang berhak untuk memperolehnya.Atau bahkan,karena sangat kagum kepada dirinya sendiri,ia merasa dirinya bahwa memang dirinyalah yang pantas mendapatkan kenikmatan tersebut.Jika setelah melakukan pekerjaan dunia atau amal Ukhrawi,kemudian ia memperoleh sesuatu,maka ia akan berkata"inilah buah(hasil) dari amalku tadi"jika terjun dalam sebuah pekerjaan misalnya,kemudian mendapatkan keuntungan dan kekayaan,maka ia akan berkata"Semua ini berkat kepandaian dan kerja kerasku.Aku mendapatkannya dengan ilmu"jika menuntut ilmu dan kemudian menjadi seorang yang terkemuka dam tersohor ,maka ia akan berkata"Aku dapat meraih kedudukan yang tinggi dan ketenaran tiada lain adalah karena diriku memang cerdas dan pandai"
Demikianlah sikap manusia dalam setiap keadaan.Ia kembalikan semua itu pada kemampuanya dirinya,dan lupa kepada Tuhanya. Berbagai bentuk penyakit hati dan kepentingan nafsu menguasai dirinya.
Pandanganya hanya tertuju kepada dirinya dan mahluk sekitarnya.Pikirannya hanya tertuju pada kepentingan dan pekerjaanya.Dia jauh dari Allah.Sehingga,hampi-hampir tidak ada satupun niatnya yang ikhlas dan tiada pula amalnya suci dari penyakit hati.Tiada gambaran keikhlasan dalam dirinya.Demi dirinyalah dia akan bangkit dan membanting tulang.
Jika Allah menaruh perhatian kepadanya,dan ia peroleh sebuah hembusan karunia Allah,maka ia akan selamat dan bangkit dari kelalaianya.Pada saat itulah mata hatinya akan berhias dengan cahaya dzikir,dan akalnya bersinar penuh pemahaman,sehingga ia dapat melihat hakikat segala sesuatu.Dengan hati yang bersih dan kokoh,nurani yang sadar dan cita rasa yang benar,ia pun menyadari bahwa selama ini,dirinya tertutup oleh selubung kebodohan.Saat itu ia sangat menyadari bahwa semua nikmat yang ia peroleh,baik itu ilmu maupun amal,harta,kecantikan(ketampanan),ataupun kesehatan dan segala nikmat lainnya,semua itu adalah karunia Allah semata yang telah Ia tentukan sejak dahulu kala,bahkan sebelum ia di lahirkan ke muka bumi ini. Pada saat itulah dia meyakini,bahwa sama sekali dirinya tidak adpat berbuat apa-apa.
Tiada seorang pun di wujud dan alam ini melainkan ia membutuhkan kemurahan Allah Yang Maha Esa, Semuanya menghara[kan kebaikan dan limpahan karuniah dari Dia yang kepada-Nya seluruh mahluk bergantung.
Dalam setiap lubuk hati yang terdalam ¬ada selaksa makna yang tertutup oleh buramnya nurani,,,yang seakan-akan menutupi setiap rongga pori-pori hidup dalam setiap kekuatan
BalasHapusHati yang tak dapat di bendung dengan segenap jiwa ‘bongkah laksana air bah selaksa mata air beribu-riuh lantah teriak pekik suara batin menggelayuti nurani yang semakin buram untuk mencari sela-sela jernihnya pandangan yang tertutup oleh buramnya nurani yang tak lagi jernih…
Entah sampai kapan pekikan suara yang menyebar keseluruh antero galaksi hidup ini meredah hingga tak lagi memecah genderang hati yang pecah karena getaranya,hingga menyulut hati yang lain pula untuk mencari sumber suara tersebut dengan gegap gempita di pimpin sang pelopor suara terdahulu…karena getaranya telah menggugah suara yang lain nya
Akankah kita hanya bisa sebagai pengikut…
Gemuruh yang kita suarakan secara universal secara serentak ‘tak di bendung tanpa pembanding atau literatur,di biarkan mengalir;#begitu saja maka kita akan menemukan setiap jawaban dalam setiap pertanyaan yang kita ajukan setiap saat atau yang selalu muncul dalam diri kita sendiri itulah ilmu hikma yang Tuhan karuniakan kepada kita semua bagi kemasalahatan alam semesta
Sheget.blogspot.com
Cilacap_yanto@yahoo.com
www.mywebsite.co.id
sigit_sugiyanto34@yahoo.com